Kamis, 21 Juli 2016 19:01

Fitra Riau Desak Pemko Pekanbaru Transparan Soal Realisasi Anggaran untuk PT MIG

Fitra Riau mendesak Pemko Pekanbaru terbuka soal anggaran yang telah direalisasikan kepada perusahaan pemenang proyek jasa pengangkutan sampah PT Multi Inti Guna (MIG).

Riauterkini-PEKANBARU-Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) Riau mendesak Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru terbuka atau transparan soal anggaran yang telah direalisasikan kepada perusahaan pemenang proyek jasa pengangkutan sampah, yaitu PT Multi Inti Guna (MIG).

"Realisasi anggaran untuk pihak ketiga, atau pemegang proyek angkutan sampah Kota Pekanbaru kabarnya sudah puluhan miliar rupiah. Namun persoalan sampah hingga kini belum tuntas,'' kata Usman, Kordinator Fitra Riau kepada riauterkinicom, Kamis (21/7/16).

Ditambahkannya, sebelumnya, proyek pengakutan sampah di 8 kecamatan yang diserahkan pekerjaannya kepada pihak ketiga dianggarkan di APBD Kota Pekanbaru tahun 2015 dan 2016 sebesar Rp51,2 miliar.

Namun baik Pemko maupun Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Pekanbaru selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) sampai saat ini tidak menyampaikan seberapa besar anggaran yang telah direalisasikan kepada perusahaan pemegang proyek (pihak ketiga) dalam hal ini PT MIG.

"Jika telah terealisasi kenapa pekerjaan tiidak dijalankan oleh perusahaan pemegang proyek. Dan jika tidak terealisasi tentu pemerintah harus menjelaskan secara gamblang kenapa tidak teralisasi,'' tukasnya.

Apalagi, imbuhnya, proyek pengangkutan sampah Kota Pekanbaru ini kini sudah masuk ranah hukum. Pihak PT MIG menggugat Pemko c/q DKP Kota Pekanbaru di Pengadilan Negeri (PN) sekaligus Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Pekanbaru.

Usman juga mendesak Pemko Pekanbaru menjelaskan kepada publik tentang kekosongan kas daerah yang mengakibatkan tidak dibayarkannya kewajiban kepada pihak terkait. Pemerintah tidak memberikan informasi yang cukup, berapa sebenarnya realisasi anggaran yang telah diterima dan masuk dalam kas daerah.

"Bisa jadi, anggaran yang telah tersedia digunakan untuk membayar kegiatan kegiatan yang tidak memiliki relavansi dengan kebutunan publik dengan cara dipaksakan,'' katanya.

Tahun 2016 ini, Fitra Riau menemukan adanya alokasi anggaran sebesar Rp 1.03 triliun untuk belanja modal. Terdapat sedikitnya Rp 329 miliar dari total belanja tersebut di alokasikan juga untuk fasilitas aparatur. Seperti pembangunan gedung kantor, kendaraan dinas dan fasilitas yang tidak perlu lainnya.

Sementara proyeksi pendapatan daerah Kota Pekanbaru masih diperkirakan sebesar Rp.2,7 triliun. Belanja daerah diproyeksi mencapai sebesar Rp. 3,04 triliun.

"Kondisi tersebut menunjukkan bahwa perencanaan APBD tahun 2016 tidak mempertimbangkan kondisi keuangan yang semestinya telah diketahui sejak awal penyusunan. Mestinya Pemko telah memperkirakan pendapatan dan belanja daerah disesuai dengan kondisinya. Bukan justru merasionalisasi pada saat perubahaan anggaran tahun 2016,'' pugkasnya.***(son)


BERITA TERKAIT :

 

Loading...

 

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang